Mau Membuat Perpustakaan Mini di Rumah? Gampang Kok!

Nggak terasa udah weekend lagi. Bagi sebagian orang, mungkin liburan bisa jadi pilihan untuk mengisi akhir pekan. Tapi bagi sebagian orang lainnya, berdiam diri di rumah justru menjadi prioritas utama mengingat padat dan lelahnya bekerja selama lima hari lamanya. Tak hanya beristirahat, bersih-bersih pun menjadi agenda yang perlu dicatat dan dilakukan pada hari Sabtu atau pun Minggu.

Nah, bagi Anda yang mempunyai banyak koleksi buku di rumah, tentu sangat menyenangkan ya. Tak hanya menjadikan buku-buku sebagai asupan otak, para pecinta buku biasanya menjaga koleksinya dengan baik. Bahkan bagi yang termasuk golongan ekstrim, melipat halaman buku pun tak pernah dilakukannya. Sebagai penanda halaman yang terakhir kali dibaca, mereka biasanya memilih untuk menggunakan pembatas buku agar halamannya tetap rapi dan mulus.

Lantas bagi orang awam, apakah tak bisa melakukan hal yang sama? Siapa bilang?

Beberapa waktu yang lalu saat saya sedang membereskan kamar, terbesit ide untuk merapikan rak buku. Ukurannya kecil sih karena memang jumlahnya belum terlalu banyak. Merasa tanggung kalau hanya mengelapnya, akhirnya saya putuskan untuk menata ulang semua buku. Rak buku yang tadinya berada di dalam kamar, saya pindah ke ruang tamu agar lebih memungkinkan dibaca. Saya pun membeli sejumlah peralatan seperti gunting, selotip, dan sampul plastik.

Selama dua hari, saya disibukkan dengan aktivitas mengelola perpustakaan mini. Terinspirasi dari perpustakaan mini milik kakak di Yogyakarta, penataan sekaligus pendataan ini sekaligus untuk memudahkan saya mengetahui jumlah dan ragam koleksi buku, terutama ketika ada teman yang meminjamnya.

Pendataan judul buku, nama penulis dan penerbit saya lakukan, sekaligus memberinya kode sesuai genre-nya. Ditambah menyelipkan kode “LUANA” sebagai penanda kepemilikan, tentunya. Setelah diberi kode, buku-buku saya beri sampul dengan rapi. Beberapa buku menggunakan sampul mika, sisanya memakai sampul plastik biasa.

Kelebihan sampul mika adalah lebih rapi dan awet karena teksturnya yang lebih tebal dibandingkan sampul plastik biasa. Dari segi harga, memang lebih lebih mahal. Saya bilang, harganya sebanding dengan kualitas yang ditawarkan.

Namun jika pilihan jatuh pada sampul plastik biasa, tak perlu khawatir juga. Selama penggunaan buku masih sewajarnya, sampul tetap merekat dengan baik kok. Jika sampul sudah berubah warna maupun sobek wajar, menggantinya dengan sampul plastik baru pun tak jadi masalah karena harganya yang sangat terjangkau.

Setelah semua buku diberi kode dan sampul, langsung saja tata sesuai genre yang sudah dibuat. Lalu tata sesuai urutan tinggi buku agar terlihat rapi dan indah dipandang. Memberikan sejumlah alat tulis maupun ornamen juga dianjurkan supaya rak buku terlihat cantik.

Tertarik untuk menata ulang buku-buku koleksimu? Atau kamu punya pengalaman berbeda dengan buku-buku kesayangan? Yuk, berbagi cerita di kolom komentar 🙂

 

Kediri, 27 Mei 2018

Luana Yunaneva

Tulisan di atas pertama kali dipublikasikan di blog pribadi ini, selanjutnya untuk Kompasiana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*