Angin Lalu

Waktu mengharu dalam detik
Bertabur luka tercabik
Gedung berganti tak dimengerti
Lalu pergi

 
Masa membawaku pada kemarin
Bayang semu itu berhembus bersama angin
Membelai sanubari yang masih kering
Asing

 
Sepasang pena pertanda
Angin tak merana
Amanahmu kujaga
Rasa-rasa

 
Di balik jendela, sesungguhnya hati kerut
Seluruh pandangan tertutup kabut
Jangan-jangan akan jadi kemelut
Maaf aku takut

 
Gadis merajuk di jendela
Pria bersila sebelah kotak beragam rupa
Bertajuk sastra dan sinema
Masihkah engkau bertanya?

 
Kamis, 4 Agustus 2016
Luana Yunaneva – Muhammad Taufan Ika Sakti
*Angin Lalu merupakan Sekuel Angin bagian pertama, proyek kolaborasi puisi Luana Yunaneva dan Muhammad Taufan Ika Sakti. Tulisan ini pertama kali diposting untuk Kompasiana, selanjutnya di-post untuk blog pribadi penulis ini

0 thoughts on “Angin Lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*