Angin Lalu

Waktu mengharu dalam detik
Bertabur luka tercabik
Gedung berganti tak dimengerti
Lalu pergi

 
Masa membawaku pada kemarin
Bayang semu itu berhembus bersama angin
Membelai sanubari yang masih kering
Asing

 
Sepasang pena pertanda
Angin tak merana
Amanahmu kujaga
Rasa-rasa

 
Di balik jendela, sesungguhnya hati kerut
Seluruh pandangan tertutup kabut
Jangan-jangan akan jadi kemelut
Maaf aku takut

 
Gadis merajuk di jendela
Pria bersila sebelah kotak beragam rupa
Bertajuk sastra dan sinema
Masihkah engkau bertanya?

 
Kamis, 4 Agustus 2016
Luana Yunaneva – Muhammad Taufan Ika Sakti
*Angin Lalu merupakan Sekuel Angin bagian pertama, proyek kolaborasi puisi Luana Yunaneva dan Muhammad Taufan Ika Sakti. Tulisan ini pertama kali diposting untuk Kompasiana, selanjutnya di-post untuk blog pribadi penulis ini

  • Lomba Mencari Telur Harus Ada Saat Paskah?

    Ketika hendak merayakan Paskah, biasanya umat Kristiani sudah menyiapkan berbagai rangkaian acara sejak jauh-jauh hari, bahkan bulan sebelumnya. Kemasan acara […]

  • Selamat berakhir pekan! Jangan lupa sarapan yaaaaa – at Warung Mbledos View on Path

  • Menikmati Perpaduan Hutan Pinus dan Danau Buatan di Wisata Ranugumbolo

    Siapa sih yang tidak suka dengan long weekend? Baru mendengar “dua kata ajaib” itu saja, saya yakin jika sebagian dari […]

  • http://m.kompasiana.com/luanayunaneva/mudik-aman-dan-selamat-pakai-sepeda-motor-mengapa-tidak_577bac4fca23bd970f325048 View on Path

0 thoughts on “Angin Lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*